Saturday, May 4, 2013

Obyek Wisata WONOSOBO



Objek wisata yang  terkenal di Wonosobo adalah daerah Pegunungan Dieng yang letaknya pada ketinggian 2.000 dpl. Di sini para pelancong dapat menikmati beragam bangunan candi kuno hindu kuno peninggalan abad 7-8 M, telaga (situ atau danau), kawah (sikidang, sinila, dll), gua (gua semar, gua jaran, dll), sumur jalatunda, mata air sungai serayu, wisata agro, dan lain-lain. Pada kesempatan ini, saya tidak akan bercerita tentang objek wisata di Pegunungan Dieng, tapi akan bercerita tentang sejumlah objek wisata yang terletak di sekira kota Wonosobo. Apa sajakah objek wisata itu?

1. ALUN-ALUN WONOSOBO

Alun-alun terletak di pusat kota Wonosobo. Alun-alun ini dikelilingi oleh pohon beringin pada tiap sudutnya, sisi dan di tengah-tengahnya.
Pokoknya suasana sejuk dan rindang akan sangat terasa, apalagi di tambah udara Wonosobo yang terkenal sejuk dan segar.  Lantas apa yang bisa dilihat di alun-alun.  Di sini setiap pengunjung dapat menikmati aneka jajajan yang dijual para pedagang kaki lima: baso, mi ongklok, sate, soto, nasi rames, begaram jenis minuman, dan lain-lain. Juga tersedia pusat jajan serba ada (pujasera) di sebelah selatan alun-alun.  Di sekira alun-alun juga tersedia beragam sarana permainan anak-anak seperti odong-odong, mainan yang di jual para pedagang kaki lima. Sebagian tanah alun-alun digunakan sebagai lapangan sepakbola yang berstandar nasional, tanah yang lain dapat digunakan untuk beragam jenis olahraga.
Satu hal yang menarik dari alun-alun Wonosobo adalah tersedianya sarana internet gratis. Maka tak aneh bila berkunjung ke alun-alun Wonosobo akan terlihat sejumlah orang atau anak muda sedang asyik berinternetan dengan laptop.

Juga tersedia papan informasi. Di papan informasi ini dipajang koran yang terbit harian dan sejumlah informasi lain yang dapat dibaca gratis oleh pengunjung.
Alun-alun Wonosobo selalu ramai dari pagi sampai malam. Jam paling ramai biasanya adalah sore hari.
Di sebelah utara alun-alun terletak kantor Bupati Wonosobo, sebelah baratnya ada Masjid Jami Wonosobo, sebelah selatan ada bangunan penjara Wonosobo. Sebelah selatan penjara ada pasar Wonosobo. Sebelah timur ada sejumlah perkantoran.

2. PEMANDIAN MANGLI

Pemandian ini terletak di Desa Kejiwan, arah Barat dari Pusat Kota Wonosobo. Pemandian ini menyediakan kolam renang untuk orang dewasa dan anak-anak. Airnya masih sangat segar karena diambil langsung dari mata air yang terletak di sekitarnya. Di atas tempat pemandian Mangli terletak pabrik minuman Aqua.  Pemandian ini lumayan ramai pada hari-hari biasa, dan ramai pada hari libur. Tarif masuknya terbilang murah,  di bawah Rp 20 ribu per orang. Tempat parkir terbatas.

3. PEMANDIAN KALIANGET

Pemandian ini terletak di sebelah utara kota Wonosobo atau pada jalur Wonosobo menuju ke Dieng. Di sini tersedia kolam renang untuk orang dewasa dan anak-anak. Plusnya adalah tersedia kolam pemandian air hangat. Air hangatnya mengandung belerang yang berasal dari pegunungan. Tarif masuknya terbilang murah,  di bawah Rp 20 ribu per orang. Tempat parkir lumayan luas untuk mobil dan motor. Tersedia juga taman bermain anak-anak yang dilengkapi ayunan di luar area pemandian .

4. PERPUSTAKAAN WONOSOBO

Perpustakaan terletak di sebelah selatan alun-alun Wonosobo. Bangunannya berdiri megah. Koleksinya lumayan lengkap. Hanya saja halaman depannya tampak kurang rapi. Bila ingin tahu lebih detail tentang Wonosobo, bisa membaca sejumlah literatur yang dibutuhkan di perpustakaan ini. Perpustakaan ini lumayan banyak pengunjungnya karena letaknya yang strategis.

5. TELAGA MENJER

Letaknya ada di sebelah utara kota Wonosobo atau tepatnya di Kecamatan Garung: sekira 10 km dari kota Wonosobo. Telaga Menjer digunakan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).
 
Di sini pelancong dapat menikmati pemandangan yang sejuk hijau dan suasana telaga yang tenang serta melihat sejumlah tambak milik penduduk setempat. Pelancong juga dapat menikmati suasana telaga dengan menaiki rakit.

6. PERKEBUNAN TEH TAMBI

Berlokasi di sebelah utara Wonosobo, tepatnya di bawah kaki Gunung Sindoro. Perkebunan ini lumayan luas. Di sana tersedia penginapan yang terdiri dari bungalow-bungalow.
 
Juga dapat menikmati suasana perkebunan sambil berjalan kaki dan melihat-lihat para petani memetik teh. Bila sedang ramai, pihak pengelola bisa juga menyediakan outbound dan flying fox di sekira perkebunan. Udaranya masih terasa sangat sejum dan segar. Sebagai oleh-oleh bisa membeli teh produksi perkebunan Tambi ada teh hitam, teh corbang dan lain-lain. Harga tehnya murah.

Kuliner

1. MIE ONGKLOK

Apa saja sih makanan khas Wonosobo? Wonosobo terkenal dengan makanan yang disebut Mie Ongklok yaitu Mie dicampur kubis, kucai, dan lain-lain direbus pakai air panas terus diberi bumbu. Bumbunya seperti gel warna coklat. Mie Ongklok akan sangat nikmat bila disantap bersama sate ayam dan Tempe Kemul. Minumannya biasanya adalah teh manis hangat. Tehnya berasal dari perkebunan teh Tambi yang terletak di kaki Gunung Sindoro. Ada teh hitam, teh hijau, atau teh corbang (dicor langsung abang/bila dicampur air panas tehnya langsung berwarna merah).
Ada tiga tempat yang penulis tahu sebagai tempat jualan Mie Ongklok yang enak rasanya. Pertama, Kios Mie Ongklok Khas Wonosobo Pak Muhadi yang terletak di sebelah selatan dari kota Wonosobo. Tepatnya di sekira lampu merah (traffic light) sebelum SPBU, Jalan A Yani No. 1. Kedua, Resto Ongklok yang terletak di pinggir jalan raya menuju ke Dieng. Dari Wonosobo – Dieng, terletak di sebelah kanan jalan. Ketiga, Warung Mie Ongklok – lupa namanya – terletak di sebelah utara alun-alun Wonosobo, sekira 500 meter.

2. SERABI

Kue serabi juga merupakan produk kuliner khas Wonosobo. Kue ini dibuat dari tepung yang diaduk dengan campuran kelapa yang telah diparut, lalu di atasnya diberi gula jawa (gula merah/gula kelapa/gula aren). Racikan tersebut dituangkan diatas tempat semacam piring dari tanah liat yang dibawahnya dipanaskan dengan api.
 
Setelah beberapa saat kue serabi sudah matang dan bisa dinikmati. Paling enak kue serabi dimakan saat masih hangat. Teman menikmati serabi adalah teh manis hangat atau teh tawar hangat.
Setahu penulis ada 2 tempat penjual serabi yang nikmat. Pertama, penjual serabi yang berlokasi dekat Warung Mie Ongklok Pak Muhadi. Di sini serabi dijual seharga Rp 1.000 per buah.  Kedua, penjual serabi yang berlokasi di dekat jembatan di sebelah utara Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosobo. Di sini serabi di jual seharga Rp 1.500 per buah. Harga lebih mahal karena ukurannya yang lebih besar.
Penjual serabi mulai menggelar dagangannya dari sekira jam 5 pagi (subuh) sampai jam 10.00 siang. Biasanya mereka sudah memiliki langganan tetap. Mereka berjualan di situ sudah tahunan.

3. TEMPE KEMUL DAN GEBLEK

Tempe Kemul adalah tempe yang dilapisi tepung dicampur daun kucai kemudian di goreng. Rasanya asin dan enak. Apalagi kalau tempenya adalah tempe yang pembuatannya dibungkus dengan daun pisang, terasa lebih natural. Geblek adalah makanan dari tepung (semacam aci kalau di Jawa Barat) dicampur dengan garam dan bawang yang dibentuk menyerupai angka delapan  kemudian di goreng. Rasanya asin dan enak.
Tempe Kemul dan Geblek ini bisa ditemukan di banyak tempat penjual makanan di Wonosobo. Karena makanan ini adalah semacam gorengan khas Wonosobo.

4. KRIPIK JAMUR

Kripik jamur biasanya menjadi oleh-oleh khas dari Wonosobo. Kripik ini terbuat dari jamur: jamur tripang, jamur kuping. Jamur tersebut dibumbui – biasanya rasa paru – lalu digoreng. Dikemas di dalam plastik dengan ukuran berat ¼ kg, ½ kg atau 1 kg. Untuk yang ¼ kg harganya sekira Rp 12.000 sampai Rp 20.000, tergantung jenis jamurnya. Penjual kripik jamur dapat ditemui di daerah Sumberan (sebelah barat alun-alun Wonosobo), di Desa Sambek Wonosobo.

5. KARIKA

Karika adalah sejenis pepaya yang hanya tumbuh di daerah beriklim dingin seperti daerah Pegunungan Dieng. Bentuknya seperti pepaya tapi ukurannya kecil. Buah ini kurang enak bila dikonsumsi langsung. Tapi sangat enak bila dibuat manisan karena daging buahnya tebal, lembut, dan kaya vitamin serta mineral. Sebagai oleh-oleh, Karika dikemas dalam botol-botol kaca berukuran kecil –seukuran aqua gelas. Karika manisan ini rasanya manis dan lembut.
Jadi kalau Anda ke Wonosobo jangan lupa singgahlah ke tempat-tempat wisata tersebut sambil menikmati hidangan khas Wonosobo. Lain kali saya akan menulis tentang objek wisata di daerah Pegunungan Dieng.


Sameera ChathurangaPosted By Wisata M@niac

Terima kasih telah membaca artikel saya contact me

Thank You


0 Jumlah komentar:

Post a Comment